February, 2017

now browsing by month

 

BUNDA PERLU MEMPERHATIKAN PILIHAN MAKANAN BAGI BAYI

Kami melayani sewa/rental freezer ASI di area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Magelang, Temanggung, Purworejo, Klaten, Dlanggu, Kartosuro, Solo dan sekitarnya. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, tinggal hubungi kami, dan kami yang akan mengantarkan freezernya ke rumah Ayah dan Bunda. Hubungi nomor kami di Nomer Hp. 087738263485 untuk fast respon (Whattapps/SMS/Telephone) atau PIN BBM : 5AF5CB41

Dalam memilih makanan, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia setahun:

  • Terlalu banyak jus dapat menyebabkan bayi mengalami diare. Jus juga memiliki kandungan serat dan nutrisi yang lebih rendah dibanding buah yang dipotong atau dihaluskan. Jika terlalu lama berada dalam mulut, jus juga dapat menyebabkan lubang pada gigi.
  • Hindari memberikan susu sapi dan madu pada bayi di bawah 1 tahun. Susu sapi tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi dan justru dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sementara madu dapat menimbulkan botulisme.
  • Hindari memberikan biji-bijian dan makanan kecil yang berisiko menyebabkan tersedak seperti popcorn,kacang, permen.
  • Hindari memberikan makanan cepat saji dan makanan kemasan pada bayi, termasukbubur bayiyang banyak dijual di supermarket dalam bentuk bubuk. Jauh lebih baik untuk mengolah masakan sendiri dengan bahan segar tanpa tambahan pengawet dan bahan lain. Olahan makanan ini dapat disimpan dalam wadah-wadah sesuai porsi di lemari pendingin untuk kemudian dipanaskan saat akan dikonsumsi.

Baca Juga : Alvariza Freezer, Rental Freezer ASI

Seiring dengan konsumsi makanan, bayi menjadi lebih sedikit mengonsumsi ASI. Sekitar usia enam bulan, bayi umumnya mengonsumsi 800 mililiter susu. Namun pada usia satu tahun, konsumsi susunya turun menjadi sekitar  600 mililiter. Kebutuhan nutrisi selebihnya didapatkan dari makanan. Namun jangan berhenti memberikan ASI karena dia masih membutuhkannya hingga setidaknya usia dua tahun

Beda Usia, Maka Beda Cara Makan dan Jenis Makanannya

Cara pemberian dan jenis MPASI pada tiap kelompok usia berbeda. Berikut ini beberapa hal yang dapat menjadi patokan.

MPASI pada bayi 6 bulan

Apa yang sebaiknya diberikan sebagai makanan pendamping ASI? Sayur dan buah yang dihaluskan, seperti kentang, apel, pisang, avokad, atau melon. Anda juga dapat memberikan bubur atau nasi yang dihaluskan. Semua diberikan di samping pemberian ASI. Jika bayi sudah terbiasa dengan buah dan sayur, Anda dapat memberikan jenis makanan lain yang dihaluskan, misalnya daging ayam, ikan, roti, atau telur.

Anda dapat mencoba memperkenalkan cangkir khusus balita kepada anak untuk minum air. Pada cangkir tersebut biasanya terdapat corong kecil pada salah satu sisinya agar bayi dapat belajar menyesap. Sebaiknya botol tidak digunakan agar bayi tidak lupa kepada bentuk puting (menolak menyusu pada payudara ibunya dan lebih memilih minum dari botol) ketika menyusu.

MPASI pada usia bayi mulai 8-9 bulan

Umumnya pada masa ini, lama-kelamaan bayi akan mulai makan tiga kali sehari. Selain makanan yang dihaluskan, saat ini Anda bisa memperkenalkan makanan yang dipotong-potong halus atau memanjang satu-persatu dengan panjang menyerupai jari (finger foods). Sayuran yang biasa dijadikan finger foods yaitu wortel, buncis, dan kentang. Pastikan bayi Anda mengonsumsi berbagai jenis kelompok makanan mulai dari sayur dan buah, nasi, hingga makanan berprotein tinggi seperti ikan, telur, dan kacang. Di samping itu, tetap berikan ASI kapan saja bayi mau.

MPASI pada usia bayi mulai 12 bulan

Berikut ini adalah menu bisa diberikan saat bayi mencapai usia 1 tahun.

  • 3-4 porsi nasi, kentang, atau roti.
  • 3-4 porsi sayur dan buah potong.
  • 2 porsi ikan, telur, atau daging.

Hal penting dalam pemberian MPASI adalah menghindari memaksakan bayi menghabiskan makanannya. Selama perkembangannya baik, Anda tidak perlu khawatir dia kekurangan makanan. Pada usia ini, bayi akan makan jika dia lapar, bukan karena faktor kesenangan. Biarkan anak menentukan sendiri kapan dia ingin makan. Selain itu, periksakan kepada dokter jika bayi Anda mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Makanan Permulaan

Meskipun Si Kecil sudah bisa diberi makanan tambahan bukan berarti segala jenis makanan dapat langsung ia lahap. Mam tetap perlu memilah-milih makanan sehat untuk anak yang tepat untuk Si Kecil. Berikut beberapa makanan dan anjuran untuk permulaan MPASI:

  • Tepung beras. Tepung ini sangat baik untuk bahan awal MPASI karena risiko alergi pada Si Kecilnya sangat minim.
  • Dahulukan sayur daripada buah. Hal ini dilakukan agar Si Kecil tidak terbiasa dengan rasa manis dari buah yang akan membuatnya enggan makan sayur yang cenderung hambar.
  • Hindari penggunaan garam dan gula, karena akan mempengaruhi fungsi ginjal Si Kecil yang belum berfungsi sempurna. Sebaiknya gunakan kaldu ayam atau sapi untuk menambah cita rasa makanan sehat.
  • Porsi sedikit. Untuk perkenalan makanan tambahan, Si Kecil cukup mengonsumsi 2-4 sendok saja. Porsi akan bertambah seiring bertambahnya usia Si Kecil.

Seiring pertambahan usia, perkembangan anak dan kebutuhan gizi serta energi yang dibutuhkan Si Kecil pun meningkat. Untuk itu penting sekali Mam untuk pintar-pintar memilih makanan sehat untuk anak dari jenis dan bahan makanan tambahan yang sehat dan tepat agar kepintarannya bersinar. Jika Si Kecil telah menunjukkan tanda bahwa ia siap untuk makanan tambahan, maka tidak ada alasan untuk menundanya.

 

Kapan Bayi Anda Boleh Makan?

Hallo bunda, untuk bulan  ini kami ready stok. Bila Ayah dan Bunda ingin sewa/rental freezer untuk menyimpan ASIP bisa segera menghubungi kami. Kami melayani area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Klaten, Dlanggu, Magelang, Purworejo, Temanggung, Solo dan sekitarnya. Silahkan dapat Menghubungi No Hp : 087738263485 ( Whattaps/SMS/Tlp) atau 5AF5CB41 untuk fast respons. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, kami siap mengantar freezer pesanan Ayah Bunda ke rumah

Program ASI eksklusif akan berkahir pada saat bayi menginjak usia 6 bulan. Ini artinya ibu harus memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi ibu. Ibu juga mulai dapat memberikan makanan dengan konsistensi yang lebih padat. Ini artinya kini ibu benar-benar dapat mengeksplor jenis makanan sehat yang dimakan orang dewasa untuk diberikan kepada bayinya. Makanan pendamping ASI hendaknya yang sehat dan bernutrisi, dalam bentuk bubur karena sistem pencernaan bayi masih belum optimal.

Sebaiknya meningkatkan jumlah asupan makanan selain ASI dilakukan perlahan, jangan tiba-tiba dalam jumlah banyak, supaya pencernaannya mampu beradaptasi dengan baik. Bayi juga seringkali sulit untuk disuapi, tapi seperti itulah normalnya, mungkin si buah hati sudah merasa kenyang dengan makanan barunya, jangan dipaksa jika buah hati Anda menolaknya.

Apa Saja Tanda-tanda bahwa Bayi Sudah Siap Makan?

Dibawah ini ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa bayi telah siap mengonsumsi MPASI. Bayi Anda mungkin memiliki satu atau dua tanda-tanda berikut ini ketika berusia enam bulan:

  • Dia mulai bisa meraih makanan dan memasukkan ke mulut karena telah ada koordinasi antara mata, mulut, serta tangannya.
  • Dia dapat duduk sendiri tanpa bantuan dengan kepalanya telah tersangga oleh tubuh dengan baik.
  • Bayi Anda tertarik pada makanan yang sedang Anda konsumsi.
  • Dia dapat menelan makanan. Jika tidak, dia akan mengeluarkan makanan itu kembali ke luar dari mulut.

Namun ada kalanya orang tua terburu-buru dalam memberikan makanan pada bayi yang dikira menunjukkan tanda-tanda siap makan. Padahal suatu tanda dari bayi belum tentu dapat menjadi petunjuk bahwa dia lapar dan siap makan, misalnya hanya karena bayi sudah bisa memasukkan jarinya ke mulut atau ingin minum ASI lebih banyak dibandingkan biasanya.

Membiasakan Bayi dengan MPASI

Meski sama-sama mengonsumsi makanan padat seperti orang dewasa, namun pemberian makanan pada bayi harus dilakukan secara berbeda. Berikut ini dapat menjadi panduan dalam memberikan MPASI kepada bayi.

  • Ajak si Kecil makan bersama-sama bersama keluarga di meja makan. Balita cenderung untuk meniru yang dilakukan orang tua dan orang-orang di sekitarnya, sehingga nantinya dia akan mencoba mulai makan dengan tertib. Tempatkan bayi pada kursi makan khusus bayi dan kencangkan sabuk pengamannya jika ada.
  • Untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat, awali dengan memberikan sebanyak beberapa sendok teh makanan, sehari sekali. Cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari.
  • Pengenalan makanan pada bayi pasti memerlukan waktu dan kesabaran. Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Ingat bahwa jika dia memang belum tertarik pada saat ini, bukan berarti dia tidak akan tertarik untuk makan. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.
  • Untuk mengantisipasi agar bayi tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan, hindari meninggalkannya seorang diri.
  • Jika dia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya.
  • Buat suasana makan menjadi menarik dan menyenangkan, misalnya dengan diiringi alunan musik atau menggunakan perlengkapan makan berwarna cerah.
  • Hindari menambahkan MSGatau penambah cita rasa, gula, maupun garam ke dalam makanannya. Semua bahan tambahan yang diberikan terlalu dini dapat berisiko kepada perkembangan dan membuat mereka menginginkan kadar yang lebih tinggi ketika berusia lebih dewasa.
  • Cobalah untuk merasakan dulu makanan yang akan disuapkan kepada si Kecil, terutama makanan panas, namun sebaiknya hindari meniupnya. Cukup didekatkan pada bibir dan dikipas jika memang terlalu panas.
  • Bayi tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik untuk makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali.
  • Bersiaplah dengan kondisi saat makan karena bayi Anda akan antusias untuk mengaduk-aduk dan mengacaukannya. Selalu ingat bahwa situasi ini juga penting bagi perkembangannya. Anda bisa menyiapkan alas plastik untuk melapisi meja dan lantai di sekitar tempatnya makan.
  • Pakaikan celemek pada lehernya untuk mengantisipasi makanan yang tumpah dari sendok atau mulut.
  • Sebaiknya gunakan perlengkapan makan yang tidak terbuat dari kaca sehingga tidak berisiko pecah dan melukai bayi.
  • Pada usia ini hindari menyuapinya saat dia sedang duduk di kursi goyang untuk mengurangi risiko tersedak.

Kebiasaan dan pola makan anak bermula dari masa pertamanya mengonsumsi makanan. Berikan beragam jenis makanan sehat dan alami sehingga anak mendapat sebanyak mungkin manfaat sayur dan buah serta terbiasa menyantapnya.

 

Berat Badan Bayi tidak Naik?

Hallo Ayah dan Bunda ingin sewa/rental freezer ASI ? bisa segera menghubungi kami. Kami melayani area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Klaten, Dlanggu, Magelang, Purworejo, Temanggung, Solo dan sekitarnya. Silahkan dapat Menghubungi No Hp : 087738263485 ( Whattaps/SMS/Tlp) atau 5AF5CB41 untuk fast respons. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, kami siap mengantar freezer pesanan Ayah Bunda ke rumah

Anak merupakan anugerah terindah, dan anak merupakan segalanya bagi orang tua. Dalam anak mengalir darah dan juga gen dari orang tuanya, baik orang tua laki- laki maupun perempuan. Anak hadir di dunia melalui masa kehamilan dari ibu.

Setelah keluar ke dunia dari dalam kandungan, bayi ibu sangat menyita perhatian dari kedua orang tuanya. Bayi seringkali menangis setiap waktu. Dan pada saat itu pula, ibu dengan sabar merawat anak yang selalu menangis tersebut, selalu berusaha memberikan apa yang bayi inginkan dan bayi butuhkan tanpa mengenal seberapa lelahnya ibu dan tanpa melihat waktu untuk memastikan perkembangan bayi berjalan sempurna.

Kadang-kadang bayi yang bertumbuh serba sehat dan bertambah berat badannya dengan pesat dengan mendapat ASI eksklusif akan mulai melambat kenaikan berat badannya, atau bahkan tidak bertambah sama sekali, setelah 2 sampai 4 bulan. Bayi ASI Eksklusif memang cenderung lebih lambat kenaikan berat badannya setelah tiga atau empat bulan dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula, dan hal ini normal. Kenaikan berat badan yang lebih cepat pada bayi susu formula bukanlah standar yang sebaiknya digunakan. Menyusui adalah cara memberi makan yang paling normal, alami, dan tepat secara fisiologis bagi bayi dan balita. Menggunakan bayi susu formula sebagai model normal adalah tidak rasional dan mendorong kita memberikan saran yang keliru pada para ibu mengenai pemberian makan/minum dan pertumbuhan bayi.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah seorang anak memiliki kondisi kesehatan yang baik atau tidak, salah satunya ialah melalui pemantauan pertumbuhan (berat badan dan tinggi badan), akan tetapi kadang ibu menyusui tidak mengetahui bagaimana cara melihat apakah anak mereka memiliki berat badan yang cukup atau tidak.

Salah satu masalah yang sering dijumpai pada ibu menyusui ialah mereka merasa bahwa berat badan anaknya tidak naik-naik atau begitu-begitu saja. Masalah ini bisa muncul kapan saja selama periode pemberian ASI.

Jika bayi menghisap payudara namun tidak mendapatkan ASI, ya tentu saja inilah sebabnya berat badannya tidak naik dan biasanya produksi ASI ibu pun akan berkurang. Produksi ASI yang menurun adalah penyebab umum bayi menjadi rewel dan menarik payudara dan/atau berat badan bayi tidak lagi bertambah cukup baik.

 

Mengapa ASI bisa berkurang?

  1. Anda sedang mengkonsumsi pil KB, Mirena IUD, Depo Provera, atau mengkonsumsi estrogen dan/atau progesteron dalam bentuk lain. Perlu diingat bahwa menyusui itu sendiri mampu mencegah kehamilan, khususnya jika ibu menyusui eksklusif.
  2. Anda sedang hamil. Kehamilan pasti akan mengurangi produksi ASI.
  3. Anda sedang berupaya mengurangi menyusui atau sedang “melatih” bayi untuk tidur sepanjang malam. Jika ini masalahnya, susui bayi jika ia lapar atau memasukkan tangannya ke dalam mulut. Pertimbangkan untuk tidur bersama bayi secara amansehingga bayi dapat tetap menyusu di malam hari tanpa Anda harus bangun dari tempat tidur.
  4. Anda memberi bayi minum dari dot cukup sering. Lebih baik menghindari dot sama sekali, namun memakai dot sesekali saja biasanya tidak akan mempengaruhi produksi ASI. Akan tetapi, penggunaan dot rutin dan sering akan menyebabkan bayi sulit untuk melekat dengan baik pada payudara sehingga makin tidak mendapatkan cukup ASI. Sering bayi akan berhenti menyusu sebelum payudara “kosong” yang berakibat produksi ASI menurun. Lihat bagian di bawah “Alasan Ini Butuh Penjelasan Lebih Lanjut”. Jika bayi harus diberi minum oleh orang lain, maka cangkir (bukan gelas hisap/sippy cup yang hakikatnya sama dengan dot) lebih baik daripada botol dot. Lihat video di situs nbci.ca
  5. Goncangan emosional ada kalanya dapat mengurangi produksi ASI.
  6. Ibu yang menderita sakit, terutama jika mengalami demam, dapat juga mengurangi produksi ASI. Mastitis dan tersumbatnya saluran ASI juga dapat mengurangi produksi ASI. Untungnya hal ini jarang terjadi.
  7. Mungkinkah Anda terlalu banyak bekerja? Memang mudah terperangkap keinginan memuaskan orang-orang lain tentang apa yang seharusnya Anda lakukan. Kurangi pekerjaan rumah tangga. Tidurlah ketika bayi tidur. Jika Anda letih, berbaringlah saat menyusui bayi dan biarkan diri Anda tertidur. Pastikan bahwa menyusui sambil tidur bersama bayi dilakukan dengan aman.

Penyebab Berat Badan Tidak Naik

Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan saat berat badan anak tidak naik-naik, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui penyebabnya. Biasanya penyebab utama berat badan anak tidak naik adalah frekuensi sakit yang sering serta asupan makanan tidak optimal, berikut beberapa pedoman umum yang bisa anda lakukan:

  1. Pastikan lingkungan rumah anda tetap bersih, jangan biarkan anak terpapar dengan asap rokok dan jenis polutan lainnya.
  2. Jika anak anda masih berusia kurang dari 6 (enam) bulan, maka ASI tetap harus diberikan, jangan terpengaruh untuk memberi tambahan susu formula. Kenali apakah asupan ASI anak anda cukup atau tidak dengan cara melihat seberapa baik bayi menyusu dan mengamati bayi setelah menyusu, apakah bayi nyaman, puas, apa ia mencari atau menghisap tangannya? (Selengkapnya baca di sini)
  3. Jika anak anda berusia di atas 6 bulan, pastikan ASI tetap diberikan hingga usia 2 tahun atau lebih, beri makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan porsi kecil, sering, bervariasi, padat gizi dan bersih.
  4. Jika berat badan masih tidak naik-naik selama 2 bulan berturut-turut, sebaiknya periksakan ke petugas kesehatan untuk mengetahui penyebab dari masalah tersebut.

Semoga bermanfaat, dan pastikan anda memantau pertumbuhan anak anda secara rutin tiap bulan di Posyandu dan sarana kesehatan lainnya. #Salam Sehat.

 

Bunda, Jangan berikan ASIP Dengan DOT!!

Hallo Ayah dan Bunda ingin sewa/rental freezer ASI ? bisa segera menghubungi kami. Kami melayani area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Klaten, Dlanggu, Magelang, Purworejo, Temanggung, Solo dan sekitarnya. Silahkan dapat Menghubungi No Hp : 087738263485 ( Whattaps/SMS/Tlp) atau 5AF5CB41 untuk fast respons. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, kami siap mengantar freezer pesanan Ayah Bunda ke rumah

Bagi Bunda yang bekerja diluar rumah penting  untuk memberikan ASI secara Eksklusif. Salah satu jalannya dengan memerah ASI dan menyimpan di dalam freezer. Ternyata bunda, WHO tidak merekomendasikan ASI perah di berikan dengan menggunakan dot atau botol susu pada bayi yang menyusu.

Kenapa demikian?

bayi ngedot

bayi yang minum ASI dengan menggunakan botol atau dot beresiko untuk bingung puting, yaitu keadaan bayi memilih dot dari pada puting ibunya. Karena dot dan puting berbeda cara bekerjanya, dengan dot bayi tidak perlu menghisap secara dalam untuk mengalirkan susu sedangkan puting bayi perlu menggunakan tenaga untuk menghisap ASI. Sehingga bayi akan memilih untuk minum susu dengan dot karena lebih mudah

Dot yang kurang higienis dapat menyebabkan anak diare. Bentuk dot bisa menyebabkan susah dibersihkan sehingga lemak susu bisa tertinggal. Dot yang dibuka terlalu lama dapat menyebabkan kuman jahat masuk dan berkembang didalam dot. Dot juga berpengaruh pada gigi. Dengan memakai dot jangka panjang dapat menyebabkan karies pada gigi.

Lalu Bagaimana Cara Meminumkan ASI Perah?

Dengan menggunakan gelas sloki, sendok, dan pipet. caranya

  1. Bayi yang dilatih dengan menggunakan gelas, sendok dan pipet tidak boleh dalam keadaan lapar karena bayi yang dalam keadaan lapar dapat tidak sabar dan menangis.
  2. Bayi digendong dengan nyaman dan kepala ditegakkan. gelas sloki dimiringkan, hati-hati jangan sampai ASIP masuk kedalam hidung bayi.
  3. Bayi dibiarkan menyeruput ASIP. Jaga aliran ASIP agar bayi dapat konsisten dalam menyeruput ASIP

Nah bunda mudah bukan dalam memberikan ASI perah? Bunda harus bersabar dalam memberikan ASI perah demi kesehatan bayi.

Alvariza Freezer, Rental Freezer ASI