April, 2017

now browsing by month

 

STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI 3 – 6 BULAN

Proses yang dialami setiap bayi/ anak berbeda dengan bayi/anak yang lainnya, sehingga ada kalanya tumbuh kembang setiap anak berbeda dengan anak lainnya, walaupun bayi/anak dilahirkan dari ibu yang sama.Perkembangan membutuhkan stimulasi, karena perkembangan merupakan kemampuan dari fungsi dan struktur tubuh. Peneliti di Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa anak yang tidak banyak mendapatkan stimulasi maka otaknya akan lebih kecil 30% dibanding anak lain yang mendapat stimulasi secara optimal.

Pada rentang usia 3-6 bulan kebanyakan bayi sudah mulai menunjukkan polah tingkah yang mengundang gemas yang melihatnya, karena pada rentang usia tersebut kondisi fisik sang buah hati sudah mendukung untuk melakukan beragam aktifitas, seperti:
• Berbalik dari telungkup ke telentang
• Mengangkat kepala
• Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
• Menggenggam pensil
• Meraih benda yang ada di dalam jangkauannya
• Memegang tangannya sendiri
• Berusaha memperluas pandangan
• Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
• Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
• Tersenyum ketika melihat mainan / gambar yang menarik saat bermain sendiri.

Perkembangan Aspek Motorik Kasar atau Gerak Kasar
 Lanjutkan stimulasi berguling-guling dan menahan kepala tetap tegak.
  1. Menyangga berat dengan mengangkat badan bayi melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan turunkan badan bayi hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur atau pangkuan Anda. )oba agar  bayi mau mengayunkan badannya dengan gerakan naik turun serta menyangga sebagian berat badannya dengan kedua kaki bayi.
  2. Mengembangkan fungsi control terhadap kepala dengan melatih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakkan bayi pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangan bayi, tarik bayi perlahan-lahan ke arah Anda, hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat mengontrol kepalanya /kepala bayitidak ikut terangkat, jangan lakukan latihan ini. Tunggu sampai otot-otot leher bayi lebihkuat.
  3. Duduk distimulasi dengan bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan sandaran agar tidak jatuh ke belakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil ditangannya.Jika bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi. Jika bayi bisa duduk tegak, dudukkan bayi dilantai yang beralaskan selimut, tanpa sandaran atau penyangga.
Perkembangan Motorik Halus atau Gerak Halus
Lanjutkan stimulasi melihat, meraih dan menendang mainan gantung, memperhatikan benda bergerak, melihat benda-benda kecil, serta meraba dan merasakan berbagai bentuk  permukaan.
  1. Memegang benda dengan kuat Letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan bayi. Setelah bayi menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih bayi memegang bendadengan kuat. 
  2. Memegang benda dengan kedua tangan Letakkan sebuah benda atau mainan di tangan bayi dan perhatikan apakah ia memindahkan benda tersebut ke tangan lainnya. Usahakan agar tangan bayi, kiri dan kanan,masing-masing memegang benda pada waktu yang sama. Mula-mula bayi dibantu, letakkan mainan di satu tangan dan kemudian usahakan agar bayi mau mengambil mainan lainnyadengan tangan yang paling sering digunakan.
  3. Makan sendiri Beri kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri, mula-mula berikan biskuitnyasehingga bayi bisa belajar makan biskuit.
  4. Mengambil benda-benda kecil Letakkan benda kecil seperti remah-remah makanan atau potongan-potongan biskuit dihadapan bayi. Ajari bayi mengambil benda-benda tersebut. Jika bayi telah mampu melakukanhal ini, jauhkan pil, obat dan benda kecil lainnya dari jangkauan bayi.
Kami melayani sewa/rental freezer ASI di area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Magelang, Temanggung, Purworejo, Klaten, Dlanggu, Kartosuro, Solo dan sekitarnya. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, tinggal hubungi kami, dan kami yang akan mengantarkan freezernya ke rumah Ayah dan Bunda.Hubungi nomor kami di Nomer Hp. 087738263485 untuk fast respon (Whattapps/SMS/Telephone) atau PIN BBM : 5AF5CB41
Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa
 Lanjutkan stimulasi berbicara, meniru suara-suara, dan mengenali berbagai suara.
  1.  Mencari sumber suara Ajari bayi agar memalingkan mukanya ke arah sumber suara. Mula-mula muka bayi dipegang dan dipalingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara, atau bayi dibawa mendekatisumber suara. 
  2. Menirukan kata-kata Ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayimenirukannya. Yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata papa dan mama, walaupun ia belum mengerti artinya.

Perkembangan Aspek sosialisasi dan Kemandirian

Lanjutkan stimulasi memberi rasa aman dan kasih sayang, mengajak bayi tersenyum,mengamati, mengayun, dan menina-bobokkan bayi.

  1. Bermain Ciluk-baa dengan memegang saputangan/kain atau koran untuk menutupi wajah Anda dari pandangan bayi.Singkirkan penutup tersebut dari hadapan bayi dan katakan “ciluk baa” ketika bayi dapat melihat wajah Anda kembali. Lakukan hal ini berulang kali. Yang penting, usahakan bayi tidak dapat melihat wajah Anda untuk beberapa saat dan tiba-tiba wajah Anda muncul kembali dengan gembira dan berseri-seri. Cara lain adalah mengintip bayi dari balik pintu atau tempat tidurnya. 
  2. Melihat dirinya dikaca pada umur ini, bayi senang melihat dirinya di cermin. Bawalah bayi melihat dirinya dicermin yang tidak mudah pecah.
  3. Berusaha meraih mainan Letakkan sebuah mainan sedikit diluar jangkauan bayi. Gerak-gerakkan mainan itu didepan bayi sambil bicara kepadanya agar ia berusaha untuk mendapatkan mainan itu. Jangan terlalu lama membiarkan bayi berusaha meraih mainan tersebut, agar ia tidak kecewa.Bayi anda menjadi semakin sadar dengan sekelilingnya dan seharusnya sudah memiliki jadwal tidur, makan dan bermain yang lebih teratur sehingga memungkinkan anda untuk beristirahat lebih lama