September, 2017

now browsing by month

 

Cara Menyimpan ASI dalam Cooler Bag

Cooler bag ASI sangat berguna bagi ibu pekerja yang perlu waktu tempuh lebih dari 30 menit selama perjalanan pulang dari kantor ke rumah. Sehingga Ibu perlu memperhatikan kualitas Air Susu Ibu Perah(ASIP) yang disimpan di dalam tas kemungkinan akan menurun atau bahkan sudah tidak layak konsumsi jika tidak disimpan di dalam cooler bag ASI. Untuk memaksimalkan manfaat, periksa cooler bagASI Anda secara teratur untuk mendeteksi adanya kerobekan atau ritsleting yang rusak atau tidak tertutup sempurna.

Selain cooler bag ASI, berikut beberapa sarana yang sebaiknya dapat diakses ibu menyusui di tempat kerja:

  • Ruangan bersih dan relatif privat untuk memerah ASI. Beberapa kantor menyediakan ruangan khusus untuk memerah ASI, lengkap dengan lemari pendingin untuk menyimpan ASI. Sementara di kantor yang belum menyediakan ruang serupa, sebagian ibu menyusui biasa menggunakan mushola atau ruang rapat yang sedang tidak digunakan untuk memerah ASI.
  • Pompa ASI. Beberapa ibu merasa lebih nyaman memerah ASI dengan tangan. Baik menggunakan tangan maupun pompa, jangan lupa untuk mencuci tangan lebih dulu sebelum memerah.
  • Botol plastik atau kantong plastik yang didesain khusus untuk menyimpan ASI. Kantong bisa jadi cenderung mudah robek atau bocor terutama jika dimasukkan dan dibawa-bawa di dalam cooler bag ASI. Oleh karenanya, Anda mungkin dapat menempatkan plastik tersebut di dalam kotak wadah makanan yang tertutup rapat agar lebih kokoh. Hindari menempatkan ASI di dalam botol plastik sekali pakai atau kantong plastik yang biasa dipakai sehari-hari dan tidak didesain khusus untuk ASI. Sebaiknya hindari botol kaca karena berisiko pecah saat dibawa-bawa di dalam cooler bag ASI. Pastikan juga wadah-wadah penyimpan ini benar-benar steril. Beri label pada tiap botol dan tuliskan informasi tanggal dan jam berapa ASI tersebut diperah.

ASIP yang disimpan dalam suhu ruang hanya dapat bertahan selama setidaknya 6 jam.  Jika suhu ruangan lebih dari 25 derajat Celcius, usia ASIP dapat menjadi lebih singkat, yaitu sekitar 2-4 jam. Oleh sebab itu, idealnya, untuk menjaga kualitas, botol berisi ASIP disarankan untuk disimpan di dalam lemari pendingin selama ibu bekerja. Tetapi jika kantor Anda tidak menyediakan sarana tersebut, Anda dapat menyimpan ASIP di dalamcooler bag ASI yang sudah dilengkapi dengan kantong berisi gel.

Saat anda bepergian ke luar kota, pakailah cooler bag yang disertai dengan ice gel beku di dalamnya. Cooler bag merupakan solusi tepat dan praktis yang dapat anda manfaatkan untuk menyimpan ASI untuk si kecil untuk persediaan selama dalam perjalanan.

Berikut adalah Cara Menyimpan ASI dalam Cooler Bag:

  • Masukkan Ice Gel yang terdapat pada Cooler Bag ke dalam freezer apabila Ice Gel sudah tidak lagi dingin
  • Pada tahap permulaan penggunaan atau tahap awal, bekukan Ice Gel selama satu hari penuh atau 24 jam di dalam freezer atau kulkas untuk hasil yang maksimal nantinya saat digunakan
  • Untuk penggunaan yang selanjutnya, pembekuan cukup dilakukan selama kurang lebih 8 jam, atau jika lebih lama lagi juga akan lebih maksimal nantinya
  • Supaya Ice Gel pada Cooler Bag dapat bertahan lama dalam mendinginkan makanan atau minuman, sebaiknya gunakan chest freezer atau freezer yang bersuhu minus lainnya
  • Segera keluarkan Ice Gel setelah dibekukan di dalam freezer secara merata
  • Lalu masukkan Ice Gel yang sudah dibekukan tadi ke dalam Cooler Bag
  • Agar suhu di dalam Cooler Bag tetap optimal, tutup Cooler Bag dengan rapat

Sebagai pengetahuan, ASI yang disimpan di dalam lemari pendingin dapat bertahan selama setidaknya lima hari. Sementara yang disimpan dalam freezer bersuhu minus 18 derajat Celcius dapat bertahan hingga enam bulan dalam kondisi optimal. Perlu diingat juga bahwa makin lama masa penyimpanan, maka makin tinggi risiko kehilangan kandungan vitamin C.

Kami melayani sewa/rental freezer ASI di area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Magelang, Temanggung, Purworejo, Klaten, Dlanggu, Kartosuro, Solo dan sekitarnya. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, tinggal hubungi kami, dan kami yang akan mengantarkan freezernya ke rumah Ayah dan Bunda.Hubungi nomor kami di Nomer Hp. 087738263485 untuk fast respon (Whattapps/SMS/Telephone) atau PIN BBM : 5AF5CB41

Memerah ASI di tempat kerja memang membutuhkan komitmen jangka panjang, disiplin, dan meluangkan lebih banyak waktu tersendiri. Tetapi banyak ibu yang bersedia menjalani kerumitan tersebut demi memberikan yang terbaik untuk anak. Oleh karena membutuhkan waktu dan ruang tersendiri, maka ada baiknya bagi Anda untuk menginformasikan kebutuhan kepada atasan di kantor.

Tidak hanya bagi bayi, memerah ASI juga bermanfaat bagi ibu menyusui. Payudara yang terasa sakit karena kebutuhan untuk mengeluarkan ASI akan reda setelah ASI diperah. Memerah ASI juga akan membuat aliran ASI makin lancar sehingga bayi tetap dapat menyusui dari payudara. Kebiasaan memerah ASI ini dapat dimulai di rumah sejak sebelum cuti melahirkan berakhir. Dengan demikian Anda bisa mengetahui jadwal rutin yang terbaik mengenai kapan ASI sedang mengalir dengan lancar.

ASI lancar Anak sehat

Rasanya senang sekali saat pertama kali menjadi BUSUI ( Ibu Menyusui) dan syukur alhamdulillah saya bisa memenuhi kebutuhan Asi Eksklusif sampai 6 bulandan memberikan ASI sampai anak anak usia 2 tahun.

Susu ibu atau lebih dikenal dengan sebutan ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir.

Seorang bayi, dalam sehari bisa  diberikan ASI sebanyak 10-12 kali dalam sehari. Bayi akan menyusu lebih sering selama masa pertumbuhan. Semakin sering Anda menyusui si bayi, semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi oleh tubuh Anda.

Beberapa Faktor Penyebab ASI Tidak Memadai

1. Bayi Tidak Menghisap Puting Payudara Ibu Dengan Baik

Seorang bayi yang mengantuk, atau sedang mengalami sakit kuning, tidak mampu untuk menghisap ASI dengan baik.

2. Saat Lahir, Bayi Berada di Ruangan Yang Terpisah Dari Anda

Saat bayi dipisahkan dari Anda, begitu ia lahir, maka jadwal menyusui akan menjadi sulit, dan mengganggu pasokan serta produksi ASI Anda. Menjaga bayi Anda sedekat mungkin selama siang dan malam, serta tidak terpisah, adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan produksi ASI Anda.

3. Ibu Yang Bekerja Setelah Melahirkan, Mengalami Penurunan ASI Dengan Cepat

Banyak ibu, yang segera kembali bekerja setelah melahirkan, mengalami penurunan produksi ASI, daripada ibu yang cuti panjang, setelah melahirkan.

Dipisahkan dengan bayi yang baru mereka lahirkan, dalam jangka waktu yang lama, serta stres karena kembali bekerja, menyebabkan para ibu mengalami penurunan suplai ASI.

4. Membatasi Jadwal Pemberian ASI

Membatasi jumlah waktu pemberian ASI, akan menyebabkan bayi mendapat foremilk (dengan kalori rendah) daripada hindmilk (yang tinggi kandungan lemak). Biasanya bayi menghabiskan 20-45 menit untuk menyusui selama baru lahir, untuk mendapatkan cukup ASI.

Anda harus memberikan ASI yang cukup bagi bayi, selama beberapa minggu pertama kelahirannya. Hal ini akan memberikan stimulasi yang baik bagi produksi ASI Anda.

Usahakan untuk, memberikan ASI dari kedua payudara secara bergantian, agar produksi ASI seimbang.

5. Ibu Yang Sakit Atau Mengalami Stress dan Depresi, Maka Produksi ASI Akan Rendah

Gangguan hormonal, seperti tiroid, ketidakseimbangan hipofisis dan sisa plasenta yang tertinggal dalam perut ibu, bisa menyebabkan masalah produksi ASI.

Banyak ibu yang mengalami penurunan pasokan ASI, ketika mereka sakit flu dan demam. Disamping itu, jika Anda langsung melakukan KB atau metode pengendalian kelahiran hormonal, yang mengandung estrogen, juga dapat menurunkan pasokan ASI Anda.

6. Memberikan Susu Formula Saat ASI Tidak Lancar Dapat Menurunkan Produksi ASI

Pemberian susu formula dan penggunaan dot pada bayi, juga dapat menurunkan produksi ASI. Jika Anda memberikan ASI dari botol susu melalui dot, pastikan untuk memompa ASI Anda sesering mungkin, kemudian taruh dalam botol, lalu letakkan di lemari pendingin. Hangatkan ASI saat akan diberikan kepada bayi.

7. Puting Yang Lecet, Dapat Mengganggu Proses Pemberian ASI

Jika puting Anda mengalami nyeri, lecet, atau sakit, akan membuat Anda menunda pemberian ASI, dan menyebabkan produksi ASI berkurang. Saat menyusui, usahakan untuk sering berganti posisi, agar puting tidak mudah lecet.

8. Bentuk Puting Yang Masuk Kedalam Akan Mempersulit Proses Pemberian ASI

Kondisi medis seperti bentuk puting yang masuk kedalam (inverted nipples), datar,  bentuk lidah bayi yang mengalami kelainan, bibir sumbing, dan infeksi pada puting, dapat menyebabkan puting nyeri, sehingga bayi sulit mendapatkan ASI yang dibutuhkannya. Jika puting sakit dan lecet, berikan krim pelembab alami, yang aman untuk mengatasi masalah tersebut.

9. Operasi Payudara Menyebabkan Produksi ASI Rendah

Jika Anda menjalani operasi payudara, Anda akan memiliki risiko masalah menyusui, terutama, jika saluran yang memproduksi ASI telah rusak. Penggunaan implan atau biopsi payudara, menyebabkan lebih banyak masalah produksi ASI, dibandingkan operasi pengurangan bentuk payudara.

10. Ibu Yang Melahirkan Secara Caesar

Para ibu, yang melahirkan melalui operasi caesar, memerlukan waktu ekstra untuk pulih, sebelum mereka siap secara fisik untuk memegang, dan menyusui bayi baru mereka. Hal ini, dapat menyebabkan sedikit keterlambatan dalam produksi ASI. Tetapi, setelah pulih, ibu yang melahirkan melalui caesar, bisa memproduksi ASI, sebanyak ibu yang melahirkan secara normal.

11. Penggunaan Pil KB

Penggunaan pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron, dan ibu yang hamil lagi, saat masih menyusui bayinya, dapat mengganggu keseimbangan hormon, sehingga pasokan ASI menjadi berkurang. Merokok dan menggunakan obat tertentu juga sangat mengganggu produksi dan kualitas ASI.

Bayi lahir dengan cairan ekstra, yang terdapat dalam jaringan tubuh mereka. Cairan ini berguna untuk asupan mereka, sebelum mendapatkan ASI pertamanya. Maka, jangan heran jika bayi mengalami penurunan berat badan, beberapa hari setelah kelahirannya, sebagai akibat dari pengeluaran cairan ekstra ini.

Jika pasokan ASI Anda rendah, sebaiknya lakukan beberapa cara berikut ini, untuk meningkatkannya.

Kami melayani sewa / rental freezer ASI di area Yogyakarta (Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul), Magelang, Temanggung, Purworejo, Klaten, Dlanggu, Kartosuro, Solo dan sekitarnya. Ayah dan Bunda tidak perlu repot, tinggal hubungi kami, dan kami yang akan mengantarkan freezernya ke rumah Ayah dan Bunda. Hubungi nomor kami di Nomer Hp. 087738263485 untuk fast respon (Whattapps/SMS/Telephone) atau PIN BBM : 5AF5CB41

Cara Untuk Meningkatkan ASI

1. Pantau Berat Badan Bayi Anda Sesering Mungkin

Bayi yang sehat, dengan pemberian ASI yang cukup, akan mengalami kenaikan berat badan secara teratur dan bertahap.

2. Minum Banyak Air

Usakan untuk minum air putih 8 gelas perhari. Konsumsi makanan bergizi tinggi. Jumlah kalori yang dibutuhkan ibu yang menyusui minimal 1800 kalori perhari

3. Berikan Bayi Anda ASI Sesering Mungkin

Bayi minimal diberi ASI 8 kali sehari, jika lebih, akan lebih baik.

4. Berikan ASI Dari Kedua Payudara Secara Bergantian

5. Pijat Lembut Payudara Anda

Pijat lembut payudara Anda dengan baby oil, lalu kompres dengan waslap hangat, agar produksi ASI Anda meningkat.

6. Lakukan Teknik Menyusui Yang Benar

Periksa posisi menyusui Anda, apakah mulut bayi sudah menempel dengan benar atau tidak.

7. Hindari Penggunaan Dot

Hindari menggunakan dot dan botol susu, pada beberapa minggu pertama. Karena, jika bayi menyusu pada payudara ibu dan botol susu bergantian, akan membuat bayi bingun dan sulit untuk beradaptasi.

8. Gunakan Pompa Payudara

Pompa ASI ganda dengan mesin, dan bukan yang manual, akan meningkatkan produksi ASI Anda.

9. Konsumsi Makanan Sehat Yang Dapat Meningkatkan ASI seperti memperbanyak makan buah dan sayur setiap hari.

10. Jika perlu, minta kepada dokter ahli laktasi Anda, rekomendasi suplemen peningkat ASI yang aman bagi ibu dan bayi.